Belajar Tentang Otorita dan Pariwisata, Desa Batuah Studi Tiru ke Batam
Jajaran Pemerintah Kota (Pemko) Batam menerima rombogan Pemerintah Desa (Pemdes) Batuah, Kutai Kartanegara (Kukar) Kalimantan Timur (Kaltim) di Kantor Wali Kota Batam, Kamis (8/8/2024). Rombongan dipimpin Kepala Desa Batuah, Abd Rasyid melakukan studi tiru tentang tata kelola pemerintahan di kawasan otorita dan pariwisata.
Pada kesempatan itu, Staff Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Pemko Batam Demi Hasfinul Nasution memaparkan sejumlah inovasi, kebijakan, potensi wisata dan kemajuan Batam dibawah Kepemimpinan Wali Kota Batam, Muhammad Rudi.
“Sepanjang perjalanan dari bandara menuju hotel tampak Batam sedang geliat membangun. Jalan arteri, jalan lingkungan hingga pembangunan sistem drainase yang ditata agar fungsinya maksimal,” kata Demi Hasfinul Nasution mengawali sambutannya.
Demi menyebutkan, sesuai dengan tema kunjungan dari Desa Batuah tentang tata kelola pemerintahan otorita yang sekarang sudah berganti nama menjadi Badan Pengusahaan (BP) Batam, tentunya melalui proses yang sangat panjang. Namun pada akhirnya 2018 lalu, di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya secara ex-officio dipimpin oleh Walikota Batam.
“Perjalanannya panjang. Tapi saat ini semuanya sudah berjalan dan tidak ada lagi tumpang tindih kebijakan, sehingga pembangunan bisa maksimal,” ungkapnya.
Saat ini, lanjut Demi Pemko Batam sedang fokus membangun pariwisata. Pasalnhya, pengembanan wisata akan berdampak terhadap sekator lain, misalnya jasa, catering, perhotelan dan pertumbuhan ekonomi kerakyatan. Untuk itulah, Demi menjelaskan untuk mendukung pengembangan pariwisata, jajarannya juga memperbaiki infrastruktur, seperti jalan dan drainase.
"Wisata itu kuncinya kenyamanan, akses mudah dan konektivitas. Bahkan saat ini beberapa jembatan yang dibangun agar koneksi antar wilayah makimal dan begitu juga kawasan wisata muda dijangkau,” urainya.
Untuk mendukung pembangunan, Pemko Batam menggelontorkan anggaran Rp 3,5 Miliar setiap kelurahan. Inovasi lainnya, tentu mempermuda proses perizinan yang sistem online. Misalnya One Stop Servise (OSS) juga menjadi salah satu faktor yang mempercepat pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat.
“Pengembangan teknologi di internal Pemko Batam menjadi salah satu kunci kemajuan Batam. Upaya lainnya adalah dengan melakukan bimbingan teknis kepada pelaku usaha olahan makanan, kemasan hingga pemberian bantuan modal kerja,” tandasnya.
Sementara itu, Kepala Desa Batuah Abd Rasyid menyebutkan, memilih Batam untuk studi tiru bukan tanpa alasan. Salah satunya melihat Batam yang sudah melewati proses menjadi bagian dari otorita. Saat ini, kata Rasyid Desa Batuah sudah ditetapkan menjadi salah satu desa masuk deliniasi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara. Dirinya ingin mengajak perangkat desa dan Badan Permusyaratan Desa (BPD) untuk belajar bagaimana menghadapi IKN.
“Alhamdulillah, banyak sekali hal yang bisa diterapkan di Desa Batuah setelah belajar di Batam. Salah satunya tentu pengembangan wisata yang diproyeksikan akan menjadi salah satu pendongkrak ekonomi kerakyatan Desa Batuah,” ujarnya.
Setelah mendengar paparan dari Pemko Batam, rombongan melakukan kunjungan ke beberapa lokasi wisata untuk mendapatkan tambahan pengetahuan. Dalam pertemuan itu, juga dibuka forum diskusi, rombongan dari Desa Batuah mengulik beberapa program Pemko Batam yang bisa ditiru dan diterapkan di Batuah.
“Apa yang sudah dilakukan Batam semoga bisa kami adopsi untuk pengembangan desa. Apalagi Batam dulunya juga ada desa, meski sekarang sudah menjadi kelurahan,” tutupnya.
SUMBER : ADMIN & HUMAS BATUAH
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin