Desa Batuah Tuan Rumah Pelatihan Ekonomi Sirkular Berbasis Lingkungan

12 Juni 2025
Administrator
Dibaca 17 Kali
Desa Batuah Tuan Rumah Pelatihan Ekonomi Sirkular Berbasis Lingkungan

Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi tuan rumah kegiatan Pelatihan Ekonomi Sirkular Berbasis Lingkungan bagi Pelaku Ekonomi Desa yang diselenggarakan di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Batuah, Rabu (11/6) kemarin.

Kegiatan tersebut dilaksanakan untuk meningkatkan kapasitas para pelaku ekonomi desa dalam menerapkan konsep ekonomi sirkular yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Pelatihan yang diselenggarakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) bekerjasama dengan Kementerian Desa (Kemendes) dan lembaga pelatihan dengan menghadirkan sejumlah narasumber, di antaranya Kurnia selaku Analis Pusat dan Daerah dari DJPK Kementerian Keuangan, Parjo dari Kementerian Desa dan Pembangunan Daerah Tertinggal, serta Taufik Cahyo S. Widiyaiswara Ahli Madya dari Balai Diklat Keuangan Balikpapan. Bertindak sebagai moderator dalam kegiatan ini adalah Rendy Armayasa dari DJPK Kemenkeu.

Kepala Desa Batuah Abd Rasyid turut hadir dan memberikan sambutan pembuka dan selamat datang kepada para peserta yang merupakan Kepala Desa dan Direktur Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dari berbagai daerah di Kalimantan Timur (Kaltim). “Selamat datang di Desa Batuah. Terima kasih atas kepercayaan yang diberikan untuk menjadikan Desa Batuah sebagai lokasi kegiatan,”kata Abd Rasyid.

Rasyid menambahkan, kedatangan peserta ke Desa Batuah, bukan karena Batuah lebih baik, namun lebih kepada ajang diskusi dan sharing tentang pengelolaan sampah,terutama program daur ulang yang bernilai rupiah. “Permasalahan sampah sangat rumit, dibutuhkan komitmen dan dukungan yang ekstra. Kami menyusun dan menjalankan program sangat banyak kendalanya, namun kami selalu mencari jalan terbaik untuk melewati rintangan tersebut,”tambahnya.

Kades Peraih juara 1 Pekan Inovasi Desa tangkat Kabupaten Kukar pada 2022 silam mejelaskan detail tentang dukunganya kepada Bank Sampah yang konsen mengelola sampah. Mulai dari penganggaran, dukungan pihak ketiga hingga perjuangan ke Pemkab bersama Direktur Bank Sampah untuk mendapatkan bangungan Bank Sampah. “Salah satu cara yang dipakai untuk mendorong warga agar ikut memilah sampah dari rumah adalah membuat RT percontohan yang mengelola sampah. Kalau sudah ada yang berhasil, biasanya warga pasti akan ikut,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu narasumber Nurdin yang juga Direktur Bank Sampah Desa Batuah sekaligus pengelola Rumah Berkah Limbah Kreatif Batuah (RBLKB). Dalam pemaparannya, Nurdin menjelaskan berbagai jenis sampah yang umum dihasilkan oleh rumah tangga dan pelaku usaha, mulai dari sampah organik seperti sisa makanan dan daun kering, hingga sampah anorganik seperti plastik, kertas, dan kaleng. “Sampah memiliki dua sisi, jika tidak dikelola dengan baik akan menimbulkan dampak negatif seperti pencemaran lingkungan, gangguan kesehatan, dan banjir,” urainya.

Namun, lanjutnya jika dikelola secara benar dan kreatif, sampah justru memiliki nilai ekonomi yang tinggi. Salah satu cara pengolahan yang diperkenalkan adalah melalui daur ulang kreatif. “Kita bisia mengubah limbah plastik menjadi tas, kursi, tempat tisu, hingga berbagai kerajinan tangan yang bernilai jual,” paparnya.

Nurdin menekankan pentingnya kesadaran kolektif masyarakat dalam memilah sampah dari rumah, serta perlunya dukungan dari pemerintah desa dan komunitas dalam menyediakan fasilitas pengolahan yang layak. “Melalui RBLKB, pihaknya telah memberdayakan masyarakat setempat untuk memanfaatkan limbah menjadi produk bernilai tambah dan berdaya saing,”pungkasnya

Sekadar informasi, pelatihan ini diikuti peserta dari berbagai desa di wilayah Kaltim, seperti Kutai Barat, Penajam Paser Utara, Paser, Kukar dan sekitarnya. Kegiatan berlangsung interaktif dalam bentuk diskusi panel, pemaparan materi, serta sesi tanya jawab.

SUMBER : TINA