Menuju Lomba Desa Cantik 2025, Batuah Terus Matangkan Persiapan

03 Juli 2025
Administrator
Dibaca 8 Kali
Menuju Lomba Desa Cantik 2025, Batuah Terus Matangkan Persiapan

Persiapan Desa Batuah menghadapi lomba Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2025 terus dimantapkan. Meski belum sepenuhnya rampung, berbagai langkah strategis telah dilakukan guna mencapai hasil yang maksimal.

Pemerintah Desa (Pemdes) Batuah bersama Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) secara intensif melakukan pembenahan dari berbagai aspek, mulai dari tata kelola data statistik sektoral, dokumentasi, hingga pelatihan kepada agen statistik Desa Batuah. Pendampingan teknis dari BPS Kukar terus diberikan agar desa mampu menyusun dan memanfaatkan data secara mandiri dan akurat untuk pembangunan. Kegiatan monitoring dan evaluasi pun rutin dilakukan sebagai bagian dari proses pembinaan. 

Kepala BPS Kukar, Mursinah, saat ditemui dalam kunjungan kerjanya di Desa Batuah, Kamis 3 Juli 2025, menyampaikan apresiasinya terhadap progres dan semangat pemerintah desa. “Kami melihat Desa Batuah memiliki semangat yang luar biasa. Progresnya sangat baik. Agen statistiknya aktif, kepala desanya juga sangat mendukung. Ini menunjukkan komitmen yang kuat,” ujar Mursinah.

Ia juga menekankan bahwa ajang Desa Cantik bukan sekadar lomba, melainkan bentuk penguatan desa dalam hal pengelolaan data statistik secara berkelanjutan. “Tujuan utama Desa Cantik bukan hanya lomba, tetapi bagaimana desa mampu mengelola data dengan baik, sehingga ke depan data menjadi dasar pengambilan kebijakan. Kami ingin desa bisa mandiri dalam hal statistik,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Desa Batuah Abd Rasyid mengatakan terus membenahi kelengkapan administrasi dan penyusunan profil desa berbasis data. Dukungan dari seluruh elemen masyarakat menjadi modal penting dalam mewujudkan Desa Batuah sebagai desa yang statistik cerdas, mandiri, dan inovatif. "Semangat gotong royong dan pembinaan yang berkelanjutan, Desa Batuah optimis dapat meraih hasil terbaik dan menjadi percontohan dalam pengelolaan data desa di tingkat regional maupun nasional,”tandasnya.

SUMBER : TINA