Buah Naga Seberat 2.378 Milik Batuah, Pecahkan Rekor MURI
Desa Batuah kembali mencatatkan sejarah dengan mencatatkan pemecahan rekor MURI buah naga seberat 2.378 Kilogram. Kegiatan ini melampaui rekor sebelumnya, yakni 1,4 kilogram yang dicatat di Kendal, Jawa Tengah, dan berhasil menarik perhatian petani serta masyarakat sekitar.
Sebanyak 30 peserta turut ambil bagian dalam ajang ini, dengan dominasi peserta berasal dari Desa Batuah serta dua dari Tenggarong. Rangkaian kegiatan berlangsung sejak 17 Juni hingga 25 Agustus 2025, dimulai dengan sosialisasi, penimbangan buah naga secara rutin, hingga pengumuman pemenang yang ditandai dengan acara seremonial yang diadakan di kebun milik H Sudirman, Dusun Batuah.
Selain menjadi ajang lomba, kegiatan ini memiliki tujuan besar yaitu memberikan edukasi kepada petani buah naga mengenai bahaya penggunaan produk pestisida palsu dan mendorong penggunaan teknologi pestisida dari PT Syngenta Indonesia, terutama produk Amistartop yang bermanfaat dalam pencegahan hama dan penyakit pada tanaman buah naga. Selama kegiatan berlangsung, antusiasme petani sangat tinggi, memperlihatkan semangat kebersamaan dan optimisme dalam mengembangkan hasil pertanian lokal.
Rustan sebagai juara pertama menyampaikan rasa terima kasih kepada panitia atas terselenggaranya kegiatan ini. Dikatakan, harapannya semoga ke depannya buah naga Batuah bisa dikenal luas sehingga petani bisa sejahtera, dan Desa Batuah dikenal sebagai daerah penghasil buah naga yang berkualitas serta buahnya besar-besar
“Saya sangat senang dengan adanya kontes yang diadakan perusahaan Syngenta. Semoga adanya lomba ini, petani makin Sejahtera dan Batuah makin dikenal dengan penghasil buah naga,” ujarnya.
Semntera itu, Kepala Desa Batuah Abd Rasyid mengatakan tingginya antusiasme para petani buah naga di Desa Batuah menjadi bukti begitu tingginya harapa masyarakat atas potensi buah naga. Untuk itulah, dirinya juga berkomitmen untuk mendukung program-program pertanian.
“Pemdes Batuah akan memberikan penghargaan kepada seluruh pemenang sebesar Rp 1.000.000 kepada seluruh pemenang. Hadiah ini merupakan bentuk apresiasi dan keseriusan Pemdes Batuah mendukung program pertanian,” ungkapnya.
Senada dengan Kades Batuah, perwakilan PT Syngenta Indonesia Donny Limbong mengaku bangga bisa menjadi bagian dari kontes buah naga. Bahkan para petani juga membentuk sebuah wadah baru bernama Komunitas Naga Batuah.
“Komunitas khusus petani buah naga yang diharapkan dapat menjadi ruang berbagi pengetahuan, pengalaman, serta meningkatkan solidaritas antarpetani,” timpalnya.
Lebih lanjut dijelaskan, ke depan, para petani buah naga di Desa Batuah diharapkan semakin solid dan maju, khususnya dalam hal pengetahuan pencegahan hama penyakit serta peningkatan kualitas dan kuantitas hasil panen.
“Dengan semangat kebersamaan dan dukungan teknologi yang tepat, Desa Batuah optimis dapat terus menjadi pusat pengembangan buah naga yang unggul di Kabupaten Kutai Kartanegara,” imbuhnya.
Untuk diketahui, proses penilaian dilakukan secara objektif oleh dua juri, yakni Agus Priyono dan Donny Limbong dari Syngenta. Kriteria penilaian berfokus pada berat total buah naga dalam satuan buah. Dari hasil penimbangan, terpilih lima pemenang dengan prestasi membanggakan.
Juara pertama sekaligus pemecah rekor MURI diraih oleh Pak Rustan yang berhak atas hadiah Rp 4.500.000. Juara kedua diraih oleh Pak Agustan dengan hadiah Rp 1.000.000, disusul oleh Pak Soleh di posisi ketiga dengan hadiah Rp 750.000. Juara keempat diraih Pak Nawir dengan hadiah Rp 500.000, dan juara kelima Pak Muzakkir menerima hadiah Rp 300.000.
SUMBER : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin