Desa Batuah Dinilai BPS RI, Target Masuk Tiga Besar Nasional Desa Cantik

10 September 2025
Administrator
Dibaca 28 Kali
Desa Batuah Dinilai BPS RI, Target Masuk Tiga Besar Nasional Desa Cantik

Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, kembali menorehkan prestasi membanggakan. Hari ini, Selasa 9 September 2025 Desa Batuah menjalani tahap field Evalution (Penilaian Lapangan) di ajang Desa Cinta Statistik (Desa Cantik) 2025 karena masuk dalam daftar 25 besar tingkat nasional.

Program Desa Cantik merupakan inisiatif Badan Pusat Statistik (BPS) yang bertujuan meningkatkan kemampuan desa dalam pengelolaan data statistik sektoral sebagai dasar perencanaan pembangunan yang akurat dan berkelanjutan. Desa Batuah sendiri dibina langsung oleh BPS Kabupaten Kutai Kartanegara (BPS Kukar) sejak awal seleksi.

Penilaian berlangsung di Kantor Desa Batuah, diawali dengan pembukaan resmi dan sambutan dari Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid. Dalam sambutannya, ia mengungkapkan rasa syukur atas pencapaian ini dan harapan besar agar desa bisa menembus tiga besar nasional.

“Saya berterima kasih dengan adanya lomba ini. Prosesnya memakan waktu berbulan-bulan. Alhamdulillah, akhirnya Desa Batuah bisa tembus ke tingkat nasional. Harapan kami tentu bisa masuk ke tiga besar,” ujarnya di hadapan tim penilai dan tamu undangan.

Sesi selanjutnya diisi dengan pemaparan profil dan monografi desa oleh Amri, selaku Agen Statistik Desa (ASD) yang juga menjabat sebagai Sekretaris Desa Batuah. Ia menjelaskan data-data penting terkait kondisi geografis, demografis, serta potensi pembangunan desa yang sudah dikemas dalam sistem informasi berbasis statistik.

Acara juga dihadiri oleh perwakilan dari Badan Pusat Statistik Provinsi, BPS Kukar dan Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kukar. Untuk tim penilai dari BPS RI, salah satunya adalah Winda Sartika Purba. Dalam pernyataannya, Perempuan berdarah Batak tersebut mengungkapkan kesannya terhadap Desa Batuah.

“Desa Batuah adalah desa yang cukup strategis, baik dari sisi lokasi, fasilitas, maupun kekompakan tim statistiknya. Prestasinya pun banyak, beberapa bahkan sudah menembus tingkat nasional. Harapannya, pengelolaan data ini terus berlanjut dan diterapkan dalam kehidupan pemerintahan desa sehari-hari, bukan hanya saat lomba,” tuturnya.

SUMBER : TINA