Pemdes Batuah Latih 66 Anggota Gapoktan Pembuatan Pesnab
Sebanyak 66 peserta dari berbagai kelompok tani yang ada di Desa Batuah mengikuti pelatihan pembuatan Pestisida Nabati (Pesnab) yang diadakan di Taman Emastri Park Batuah, Kamis (11/9) kemarin.
Agenda yang diinisiasi Pemerintah Desa (Pemdes) Batuah tersebut sebagai komitmen keseriusannya dalam mendukung pertanian berkelanjutan bagi Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) yang ada di Desa Batuah.
Pelatihan ini bertujuan untuk membekali para petani dengan pengetahuan dan keterampilan dalam mengelola pertanian yang ramah lingkungan, mandiri, serta berbasis potensi lokal. Melalui pelatihan ini, diharapkan petani mampu mengurangi ketergantungan terhadap bahan kimia dan mulai beralih ke metode pertanian alami yang lebih sehat dan berkelanjutan.
Untuk memperkaya materi pelatihan, Pemdes Batuah menghadirkan tiga narasumber dari Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Loa Janan. Mereka adalah Ernawati, A.Md yang membawakan materi tentang perbanyakan Trichoderma, Eni Suryani dengan materi pembuatan pestisida nabati Micessla, serta Rismulyana yang menjelaskan tentang perbanyakan mikroorganisme lokal yang bermanfaat untuk kesuburan tanah dan pengendalian hama secara alami.
Selama pelatihan, peserta tidak hanya menerima materi teori, tetapi juga melakukan praktik langsung, salah satunya membuat pestisida nabati Micessla dari bahan-bahan yang mudah ditemukan di sekitar, seperti daun pepaya, daun salam, sereh wangi, daun sirih, lengkuas, dan air matang. Bahan-bahan tersebut diproses secara sederhana namun efektif untuk menggantikan penggunaan pestisida kimia. Para peserta juga diajarkan cara membuat Trichoderma dari dedaunan lokal seperti pepaya dan cengkeh, yang sangat berguna untuk menjaga kesehatan tanaman dan tanah.
Salah satu peserta pelatihan, Nurlia, anggota Gapoktan Hidup Abadi, mengaku sangat antusias dan merasa terbantu dengan kegiatan ini. Ia menyebut pelatihan ini membuka wawasan baru bagi petani, terutama mengenai pemanfaatan bahan alami di sekitar yang ternyata bisa diolah menjadi produk pertanian yang bermanfaat.
“Materinya sangat mudah dimengerti, banyak pelajaran baru yang saya dapat. Ternyata banyak bahan di alam yang bisa dimanfaatkan untuk bertani tanpa harus menggunakan bahan kimia. Harapan saya, pelatihan seperti ini bisa diperbanyak karena sangat membantu petani untuk lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.
Apresiasi serupa juga disampaikan oleh Rismulyana, narasumber sekaligus penyuluh pertanian lapangan, yang menyebut bahwa perhatian dan fasilitasi dari pemerintah desa merupakan bentuk nyata dukungan terhadap pertanian lokal.
"Saya sangat berterima kasih dan mengapresiasi Pemerintah Desa Batuah, khususnya Pak Kepala Desa, yang telah berinvestasi secara produktif dengan menyelenggarakan pelatihan peningkatan sumber daya manusia bagi petani,”katanya.
Ia menambahkan, Langkah Ini menunjukkan komitmen yang kuat terhadap program ketahanan pangan nasional. Pelatihan pembuatan Pesnab yang difasilitasi sangat didukung penuh oleh Gapoktan Seroja.
“Kegiatan ini penting demi keberlangsungan petani yang mandiri dan berdaya saing, terutama dengan kemajuan informasi yang semakin pesat.” Bebernya.
Untuk diketahui, kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa Pemdes Batuah tidak hanya fokus pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga pemberdayaan masyarakat, khususnya petani. Melalui pelatihan ini, diharapkan para petani Desa Batuah semakin berdaya, sejahtera, dan mampu menjaga kelestarian lingkungan melalui praktik pertanian organik yang berkelanjutan.
Sebagai bentuk apresiasi, Pemerintah Desa Batuah juga memberikan souvenir berupa baju dan tas kepada para peserta yang mengikuti pelatihan dengan aktif. Langkah ini mendapat sambutan positif dari peserta dan menjadi motivasi tersendiri bagi mereka untuk terus belajar dan berkembang.
SUMBER : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin