Wilayahnya Masuk IKN, Rasyid Tetap Fokus Bangun Desa
KEPALA Desa Batuah Abd Rasyid berkesempatan mengikuti rombongan Pemkab dan DPRD Kukar dalam rangka kunjungan kerja ke Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN), Selasa (7/10) kemarin.
Kedatangan Pemkab Kukar yang dipimpin Wakil Bupati Kukar, Rendi Solihin disambut Sekretaris OIKN, Bimo Adi Nursanthyasto didampingi Deputi Biodata Alimuddin, Deputi Otorita IKN di Bidang Sosial, Budaya, dan Pemberdayaan Masyarakat dan jajaran lainnya.
Usai menerima tim Pemkab Kukar, Bimo mempersilakan kepada Rendi Solihin untuk menyampaikan maksud dan tujuan kedatangan orang nomor 2 di Kukar.
“Mohon maaf, Kepala OIKN Bapak Basuki sedang ada acara lain, sehingga tidak sempat membersamai penyambutan rombongan Pemkab Kukar dan menyerahkan kepada kami,” jelasnya.
Selanjutnya, Rendi Solihin yang diberi kesempatan langsung menyampaikan point-point yang dianggap penting untuk disampaikan kepada Kepala OIKN, karena menyangkut rencana penyusunan anggaran di beberapa wilayah yang masuk deliniasi IKN. Dikatakan, menyusun RPJMD, harus sesuai dengan RTRW OIKN.
“Kami agak sedikit terlambat, karena ada proses Pilkada yang cukup Panjang termasuk PSU,” sebutnya.
Lebih lanjut, Rendi menyebutkan, kedatangan Pemkab Kukar bersama anggota DPRD Dapil 4 dan 5 karena erat kaitannya dengan kepastian penganggaran di wilayah tersebut. Apalagi, ada isu bahwa wilayah IKN tidak ada anggota DPRD.
“Kami hanya ingin memastikan tentang proses penggaran karena harus masuk dalam RPJMD dan selanjutnya kepastian status wilayah-wilayah yang masuk IKN,”ungkapnya.
Sementara itu, Deputi OIKN bidang Sosial, Budaya dan Masyarakat Alimuddin menegaskan bahwa saat ini, secara aturan wilayah kukar dan PPU yang masuk IKN tetap harus mendapatkan porsi anggaran pembangunan.
“Kalau tidak dibangun, nanti Pemkab melanggar. Selannjutnya pembangunannya harus mengikuti RTRW IKN. Intinya, semuanya tetap harus berjalan sebelum dialihkan sepenuhnya kepada OIKN,”tandasnya.
Terpisah, Kepala Desa Batuah yang wilayahnya 60 persen masuk Wilayah Penyangga (WP) OIKN mengaku tidak terlalu pusing. Baginya, apapun yang menjadi keputusan Pemkab Kukar dan OIKN akan tetap menguntungkan warganya.
“Kami tetap fokus membangun desa sambil memantau perkembangan informasi dari Pemkab Kukar dan OIKN. Kalau pada akhirnya masuk IKN, kita tingga menyesuaikan regulasinya,” imbuhnya.
PENULIS : ADMIN
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin