PT GRM Akan Akhiri Operasi, Pasca Tambang Tetap Berdayakan Warga
PEMERINTAH Desa Batuah bersama Badan Permusyawaratan Desa (BPD) dan sejumlah pemangku kepentingan mengikuti konsultasi publik terkait dokumen pasca tambang PT Ghani Raya Mandiri (GRM) yang digelar di Balai Pertemuan Umum (BPU) Desa Batuah, Rabu (8/10) kemarin.
Pertemuan tersebut menjadi penting mengingat pada akhir Desember 2025, perusahaan tambang secara resmi akan mengakhiri aktivitas operasinya di Dusun Tani Maju, Desa Batuah. Agenda utama dalam diskusi publik ini adalah pembahasan rancangan pasca tambang, mulai dari rencana pemanfaatan lahan bekas tambang hingga kegiatan yang akan dilakukan setelah operasi ditutup yang tetap ada nilai pemberdayaan dan harus produktif
“Pertemuan ini diharapkan mampu menampung aspirasi masyarakat sekaligus menjadi forum komunikasi antara perusahaan, pemerintah, dan warga,”kata Kepala Teknik Tambang (KTT) PT GRM, Zulpa Habibinur.
Di lokasi yang sama, Kepala Desa Batuah, Abd Rasyid menyampaikan apresiasi kepada PT GRM atas kontribusinya selama beroperasi di wilayah Desa Batuah. Selama beroperasi, PT GRM banyak program CSR-nya dirasakan masyarakat, mulai dari bantuan berkelanjutan hingga cenderamata, seperti ambulans, angkutan pelajar, perbaikan sekolah, dan masjid.
“Kami juga mencatat, perusahaan memfasilitasi air bersih serta wifi gratis untuk warga RT 06 Dusun Tani Maju, “ujarnya.
Selama beroperasi, lanjut ayah 2 anak menyebutkan, pastilah ada masalah, namun Alhamdulillah selalu bisa diselesaikan dengan baik. Setahu saya tidak pernah sampai berurusan ke pihak kepolisian. Harapannya PT GRM bisa menjadi contoh bagi perusahaan lain.
“Kami hanya berharap, apapun pasca tambang yang dilakukan PT GRM, semoga tetap bisa memberdayakan masyarakat setempat,”harapnya.
Sejalan dengan penyampaian Kepala Desa Batuah, perwakilan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Kalimantan Timur Solikhin menegaskan bahwa konsultasi publik ini penting untuk menjaring masukan dari berbagai pihak.
“Pertemuan ini bertujuan agar masyarakat bisa menyampaikan saran dan masukan kepada perusahaan melalui kuesioner. Jika tambang sudah tutup, bagaimana nasib karyawan, dan bagaimana kondisi lingkungan yang ditinggalkan—semua ini perlu kita diskusikan secara terbuka,” bebernya.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Dinas Lingkungan Hidup, pakar ahli, Kepala Teknik Tambang PT GRM Zulpa Habibinur, Ketua BPD Desa Batuah beserta jajaran, Ketua LPM, Ketua TP PKK Desa Batuah, Ketua RT 05 dan 06 Dusun Tani Maju, serta perwakilan masyarakat.
Adapun diskusi berjalan dalam suasana kondusif dengan harapan tercapainya kesepahaman mengenai langkah-langkah strategis yang harus dilakukan setelah operasi tambang berakhir.
PENULIS : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin