KTH Batuah Naik Kelas Madya, Siap Kembangkan Produksi Lokal

10 Oktober 2025
Administrator
Dibaca 94 Kali
KTH Batuah Naik Kelas Madya, Siap Kembangkan Produksi Lokal

DINAS Kehutanan (Dishut) Provinsi Kalimantan Timur melakukan penilaian terhadap Kelompok Tani Hutan (KTH) Desa Batuah, Kamis (9/10) kemarin. Penilaian dilakukan oleh tim dari Dishut Kaltim dengan meninjau struktur organisasi, hasil produksi, serta pengelolaan kawasan hijau yang dimiliki kelompok.

KTH Batuah saat ini memiliki sejumlah produk unggulan seperti madu pulut, gula aren, serta berbagai tanaman buah di antaranya durian elai, jambu jelly hijau, dan elai durian. Beberapa hasil produksi telah mulai dipasarkan, salah satunya cangkokan stek jambu air madu jelly hijau yang kini menjadi primadona karena ukuran buahnya besar, legit, dan manis.

Sementara itu, beberapa komoditas lain seperti pohon elai dan durian masih dalam tahap pengembangan agar dapat menghasilkan buah yang lebih optimal di masa mendatang. Kegiatan ini menjadi langkah penting bagi KTH yang tengah berproses naik dari kelas pemula menuju kelas madya, sebagai bentuk apresiasi atas konsistensi mereka dalam mengelola hasil hutan secara produktif dan berkelanjutan.

Ketua KTH Batuah, Hasan Beni, menyampaikan bahwa kegiatan penilaian ini menjadi momentum penting untuk kemajuan kelompok tani hutan di Desa Batuah. Ia berharap setelah penilaian ini, ada tindak lanjut berupa pelatihan peningkatan kapasitas bagi anggota KTH, agar kemampuan para petani hutan dapat terus berkembang.

“Kami berharap ke depan diadakan pelatihan peningkatan kapasitas bagi anggota KTH, agar kami bisa lebih profesional dalam mengelola hasil hutan dan mengembangkan potensi yang ada di Batuah,” ujarnya.

Sementara itu, bendahara KTH Sujono menambahkan pentingnya dukungan dari Pemerintah Desa (Pemdes) agar kegiatan produksi semakin optimal.

“Saat ini kami masih menggunakan dapur biasa, jadi kami sangat berharap memiliki fasilitas yang lebih layak agar produksi bisa meningkat besar-besaran,” ungkapnya.

Pria yang juga menjabat Ketua RT 38 menambahkan, selain fokus pada hasil produksi, KTH Batuah juga mengembangkan Green House yang ditanami berbagai tanaman seperti anggur, belimbing, dan jambu, serta menjadi lokasi budidaya madu pulut yang mengandung propolis dan dipercaya bermanfaat bagi kesehatan, terutama untuk meningkatkan trombosit dan membantu pemulihan penyakit DBD serta tipes.

Ke depan, kelompok ini berencana menjadikan kawasan tersebut sebagai wisata edukasi Green House, yang diharapkan dapat menarik minat masyarakat sekaligus memperkenalkan potensi hasil hutan Desa Batuah.

Untuk diketahui, kegiatan penilaian ini turut dihadiri oleh Dishut Kaltim, UPTD Tahura yang diwakili oleh Deni Gatot selaku penyuluh kehutanan, Pemdes Batuah serta seluruh anggota KTH Batuah.

PENULIS : TINA