PKK Desa Batuah Jadi Penggerak Pengelolaan Sampah Rumah Tangga
PEMERINTAH Desa Batuah menggelar Pelatihan pengurus Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) yang mengusung tema “Optimalisasi Peran PKK dalam Pengelolaan Sampah” yang berlangsung di Hotel Amaris Samarinda, 22-23 Oktoberber 2025.
Kegiatan tersebut diikuti 25 peserta yang merupakan anggota PKK dari berbagai dusun di Desa Batuah. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan peran aktif anggota PKK dalam pengelolaan sampah rumah tangga, serta mendorong pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan yang produktif dan ramah lingkungan.
Acara dibuka oleh Sekretaris Desa Batuah, Amri. Dalam sambutannya, Amri menyampaikan laporan panitia secara transparan terkait penggunaan anggaran selama kegiatan berlangsung. Ia menjelaskan secara rinci penggunaan dana mulai dari biaya pakaian peserta, honor narasumber, konsumsi, kepanitiaan, akomodasi hotel, uang saku, hingga cenderamata pelatihan.
“Pelatihan ini sangat penting karena PKK merupakan ujung tombak penggerak masyarakat di tingkat desa. Kami berharap anggota PKK semakin berdaya dan mampu menjadi teladan bagi masyarakat dalam menjaga kebersihan dan mengelola lingkungan,” ujar Amri.
Sementara itu, Ketua TP PKK Desa Batuah, Hj. Evi Wardhana menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Desa terhadap penguatan kapasitas kader PKK. Ia menjelaskan, Pemerintah Desa Batuah luar biasa dalam memberikan pelatihan yang tidak hanya menambah wawasan tetapi juga memberikan dukungan berkelanjutan.
“Kami tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga akan didukung dengan fasilitas untuk mengembangkan hasil dari pelatihan. Hal seperti ini jarang dilakukan di tempat lain,” ungkapnya.
Pada hari pertama pelatihan, narasumber dari Kecamatan Loa Janan, Minfiattin, yang juga Sekretaris Kecamatan sekaligus pengurus PKK Kecamatan, membawakan materi “Optimalisasi Peran PKK dalam Pengelolaan Sampah. Dalam paparannya, Minfiattin menekankan bahwa PKK memiliki peran strategis dalam membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan lingkungan.
“PKK tidak hanya sebagai pelaksana kegiatan, tetapi juga berperan sebagai penyuluh, penggerak, dan motivator. Artinya, PKK harus menjadi contoh nyata, memberikan edukasi, serta menginspirasi masyarakat untuk mengelola sampah dengan bijak, dimulai dari rumah masing-masing,” urainya.
Dirinya juga menjelaskan bahwa peran PKK dalam pengelolaan sampah mencakup tiga hal penting. Pertama, pemberdayaan dan edukasi masyarakat, yaitu mengedukasi warga tentang cara memilah sampah dan dampaknya bagi kesehatan serta lingkungan. Kedua, fasilitator pengelolaan sampah, dengan membantu pembentukan Bank Sampah dan mendukung berdirinya TPS 3R (Reduce, Reuse, Recycle). Ketiga, mendorong pemilahan sampah dari sumbernya, dengan memberikan contoh nyata dan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Batuah.
Tak hanya, Wanita yang biasa disapa Mimin mengatakan pentingnya peran Pemerintah Desa sebagai regulator, fasilitator, dan dinamisator dalam memperkuat sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat.
“PKK Desa Batuah sangat beruntung memiliki Pemerintah Desa yang luar biasa dalam memberikan dukungan dan fasilitas. Semoga Desa Batuah bisa menjadi contoh bagi desa-desa lain,” tambahnya.
Pelatihan berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan tanya jawab antara peserta dan narasumber. Untuk menjaga semangat dan konsentrasi, panitia juga mengadakan kegiatan senam otak agar suasana tetap segar dan peserta tidak mengantuk selama kegiatan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan anggota PKK Desa Batuah semakin mampu berperan sebagai penyuluh, penggerak, dan motivator masyarakat dalam menerapkan pengelolaan sampah yang bijak, berkelanjutan, serta memberi nilai tambah bagi keluarga dan lingkungan desa.
PENULIS : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin