Desa Batuah Jadi Rujukan Studi Tiru DPRD dan Kepala Desa Kabupaten Luwu
DESA Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara, menjadi tujuan studi tiru DPRD Kabupaten Luwu, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (31/10) kemarin. Kunjungan tersebut untuk belajar tentang Keterbukaan Informasi Publik, Tata cara pelaksanaan Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak dan program lainnya.
Kedatangan rombongan disambut hangat oleh Pemerintah Desa (Pemdes) Batuah. Prosesi penyambutan diawali dengan pengalungan manik khas Kutai Kartanegara, Tari Paddupa dari Sanggar Tari Batuah. Sambutan penuh kehormatan ini menjadi awal pertemuan yang berlangsung akrab dan penuh semangat kebersamaan. Setelah penyambutan, rombongan diajak meninjau langsung ruang pelayanan desa yang dilengkapi dengan ruang Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Selain itu, juga webisite yang menjadi pusat keterbukaan informasi di Desa Batuah, di mana seluruh data mengenai profil, kegiatan, berita, hingga laporan anggaran desa dapat diakses secara transparan oleh masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Batuah, Abdul Rasyid, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi atas kunjungan DPRD serta para kepala desa dari Kabupaten Luwu yang telah memilih Desa Batuah sebagai lokasi studi tiru. Ia menjelaskan bahwa Desa Batuah merupakan salah satu dari 193 desa di Kabupaten Kutai Kartanegara dengan luas wilayah mencapai 8.470 hektare dan jumlah penduduk sebanyak 11.854 jiwa. Menurutnya, sekitar 60 persen wilayah Desa Batuah kini masuk dalam kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN).
“Terima kasih telah menjadikan Desa Batuah sebagai tujuan kunjungan. Kami sangat terbuka untuk berbagi pengalaman. Prinsip keterbukaan dan pelayanan publik yang transparan adalah hal yang terus kami pegang untuk kemajuan bersama,” ujar Abdul Rasyid.
Ketua DPRD Luwu, Ahmad Gazali, menyampaikan kekagumannya terhadap sambutan dan kemajuan Desa Batuah. Ia mengaku sempat mengira kantor desa ini adalah kantor organisasi perangkat daerah (OPD) karena begitu megah dan tertata rapi.
“Luar biasa, kami disambut dengan meriah. Awalnya saya kira ini kantor OPD, bukan kantor desa, karena begitu bagusnya. Setelah melihat APBDes yang begitu banyak dan tata kelola keterbukaan informasi publik, rasanya ingin cepat pulang, Bukan karena kecewa, melainkan kagum, "ujarnya.
Ahmad Gazali menambahkan bahwa kunjungan tersebut juga berkaitan dengan pembahasan Rancangan Peraturan Daerah tentang pelaksanaan pemilihan kepala desa serentak dan Pergantian Antar Waktu (PAW). Kedatangannya bersama rombongan bukan hanya untuk belajar tentang keterbukaan informasi, tapi juga untuk melihat langsung praktik tata kelola pemerintahan desa yang transparan. “Kami berharap bisa membawa pulang semangat dan inovasi yang kami lihat di Desa Batuah, terutama dalam hal pengelolaan informasi publik, PPID, dan program seperti Pansimas,” tuturnya.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi diskusi yang berlangsung singkat namun sarat makna. Para anggota DPRD dan Kepala Desa dari Kabupaten Luwu mengajukan berbagai pertanyaan seputar pengelolaan pendapatan desa, peraturan desa, pemanfaatan dana CSR, serta strategi meningkatkan kepercayaan masyarakat melalui transparansi anggaran. Salah satu pertanyaan menarik juga muncul tentang bagaimana cara menjadi kepala desa yang berhasil seperti Abdul Rasyid. Dengan santai, Kepala Desa Batuah menjawab.
“Kunci desa yang berhasil terletak pada niat dan karakter pemimpinnya. Kepala Desa harus terbuka, memprioritaskan masyarakat, dan jangan pernah menitipkan kepentingan pribadi dalam setiap proses pembangunan,” tegasnya.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kukar Fraksi Golkar Johansyah, Sekretaris BPD H. Hairuddin, perwakilan Kecamatan Loa Janan, Ketua TP-PKK Desa Batuah, Ketua LPM Harding, para kepala dusun, Bhabinkamtibmas, Babinsa, pengurus RT, relawan siaga Batuah, serta pengurus BUMDes.
Melalui kegiatan ini, Desa Batuah kembali menegaskan posisinya sebagai desa percontohan nasional dalam bidang keterbukaan informasi publik. Semangat transparansi, kepemimpinan yang melayani, dan partisipasi masyarakat menjadi fondasi kuat yang mengantarkan Desa Batuah menjadi inspirasi bagi banyak daerah di Indonesia.
PENULIS : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin