112 Kader Posyandu Batuah Dilatih Transformasi Sistem Kesehatan
PEMERINTAH Desa Batuah menggelar kegiatan Pelatihan Peningkatan Kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Pengurus dan Kader Posyandu di Hotel Amaris Samarinda, 3-4 November 2025 dengan fokus pada penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM). Pelatihan yang diikuti 112 peserta dari 14 Posyandu Desa Batuah.
Pada hari pertama, kegiatan dibuka dengan dua sesi utama yang menghadirkan narasumber dari kalangan tenaga kesehatan dan pendamping desa. Sesi pertama diisi oleh dr. Yuyut Arianto selaku Pimpinan Puskesmas Batuah, dengan materi “Pengelolaan Posyandu pada Integrasi Layanan Primer (ILP)” bertema Transformasi Sistem Kesehatan Indonesia. Dalam paparannya, dr. Yuyut menekankan pentingnya pendekatan siklus hidup sebagai fokus integrasi layanan kesehatan, mulai dari ibu hamil, bayi, balita, hingga lansia.
“Strategi penguatan promosi dan pencegahan penyakit di tingkat desa melalui jejaring pelayanan yang menjangkau hingga dusun,”sebutnya.
Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya Pemantauan Wilayah Setempat (PWS) dengan memanfaatkan dashboard situasi kesehatan per desa serta kunjungan rumah berbasis Program Indonesia Sehat dengan Pendekatan Keluarga (PIS-PK).
“Kita ingin langkah-langkah tersebut menjadi bagian dari transformasi sistem kesehatan untuk mendekatkan pelayanan kepada masyarakat,”urainya.
Sesi kedua dilanjutkan oleh Ali Muchsin Ashari, S.Pd., Gugus Tugas Pendamping Desa Kabupaten Kutai Kartanegara, yang membawakan materi “Transformasi Posyandu Berdasarkan Permendagri Nomor 13 Tahun 2024 tentang Posyandu.”.
Dalam penyampaiannya, ia menekankan bahwa posyandu tidak lagi sekadar tempat pelayanan kesehatan dasar, melainkan wadah layanan sosial terpadu yang mencakup berbagai aspek kebutuhan masyarakat desa. Selain pemaparan teori, Ali Muchsin juga memandu praktik langsung penerapan 6 SPM bersama para pengurus dan kader posyandu.
“Setiap kader memiliki peran dan tugas masing-masing, tetapi dalam satu tujuan melalui meja layanan tadi,” ujarnya disela-sela pelatihan.
Kegiatan hari pertama semakin semarak dengan sesi kuis berhadiah di setiap materi. Para peserta tampak antusias menjawab pertanyaan dari narasumber sebagai bentuk evaluasi pemahaman sekaligus mempererat semangat belajar bersama.
Pelatihan ini menjadi langkah awal bagi kader posyandu di Desa Batuah untuk memahami kebijakan baru serta memperkuat kapasitas dalam melaksanakan pelayanan dasar yang terintegrasi dan berorientasi pada masyarakat.
PENULIS : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin