Tudang Sipulung, Menguatkan Tradisi Kebersamaan Warga Batuah
USAI rangkaian Kirab Budaya yang berlangsung meriah, ratusan warga Desa Batuah kembali berkumpul dalam tradisi Tudang Sipulung, Selasa (12/11/2025). Berlangsung di halaman kantor desa, kegiatan ini menjadi momen yang selalu dinanti setiap peringatan Hari Ulang Tahun Desa Batuah.
Tudang Sipulung yang berasal dari budaya Bugis ini bermakna duduk bersama, sebuah wadah di mana seluruh unsur masyarakat, pemerintahan desa, lembaga, tokoh pendidikan, organisasi pemuda, hingga warga berkumpul tanpa sekat dan tanpa perbedaan. Semua duduk sama rendah, sama-sama berdoa, saling mendengar, saling menghargai, dan memperkuat ikatan sosial di tengah masyarakat
Pada kegiatan tahun ini, Pemdes Batuah menyiapkan tujuh menu kue tradisional Bugis sebagai simbol angka tujuh dalam ungkapan Bugis matuju-tuju, yang berarti harapan akan kebaikan dan keberkahan.
Kepala Desa Batuah, Rasyid, dalam sambutannya menegaskan kembali nilai utama dari tradisi ini. Adat Tudang Sipulung inilah tempat kita duduk dan merunduk bersama.
“Di sini ada lembaga, guru, pemerintahan, pemuda, hingga masyarakat umum. Tidak ada pembeda, semua sama,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh masyarakat yang telah hadir dan tetap menjaga tradisi ini. Tradisi ini menjadi simbol bahwa HUT Desa Batuah bukan hanya perayaan, tetapi juga momentum memperkuat nilai kebersamaan yang diwariskan leluhur.
“Semoga kebersamaan ini terus menguatkan Desa Batuah ke depan,” tambahnya.
Suasana hangat tercipta sepanjang acara. Warga terlihat saling berbincang, menikmati hidangan, sambil merasakan kembali makna mendalam dari Tudang Sipulung sebagai perekat harmoni dan budaya.
PENULIS : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin