Pelatihan Top Working, Batuah Siapkan Masa Depan tanpa Tambang
INDUSTRI tambang suatu saat akan berakhir. Masyarakat harus didorong agar bisa membuka peluang usaha baru di bidang pertanian, sehingga siap menghadapi masa depan tanpa tambang.
Begitulah pernyataan yang disampaikan Kepala Desa Batuah, Abd Rasyid, ST, M.AP, NL.P saat membuka acara Pelatihan Top Working Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Seroja yang di Emastri Park Batuah, Selasa (25/11) kemarin.
“Kami selalu mendorong agar industri pertanian bisa berkembang, karena ke depan sudah pasti akan menjadi harapan banyak orang setelah tambang tidak ada lagi di Desa Batuah,” ujarnya.
Lebih lanjut, Rasyid menyebutkan pentingnya membangun sektor pertanian sebagai kekuatan ekonomi desa. Ia menilai pelatihan ini menjadi momentum penting bagi para petani untuk meningkatkan kapasitas mereka.
“Saya ingin pelatihan ini tidak berhenti sebagai acara seremonial, tetapi menjadi proses pembelajaran berkelanjutan. Pertanian harus menjadi sektor yang mampu mengalahkan sektor lain, terutama tambang yang berkali-kali saya ingatkan hanya bersifat sementara,” tegasnya.
Pelatihan menghadirkan pemateri Agus Priyono, SP, pensiunan Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) Desa Batuah, yang membawakan materi “Top Working pada Tanaman Buah Solusi Peremajaan dan Peningkatan Produksi.”
Agus menjelaskan bahwa Top Working adalah teknik peremajaan tanaman buah tanpa harus menebang pohon tua. Metode ini memadukan batang bawah pohon lama dengan varietas unggul sebagai batang atas sehingga mampu meningkatkan kualitas dan kuantitas produksi buah.
Tidak hanya teori, para peserta juga mengikuti praktik langsung teknik Top Working di lapangan. Didampingi pemateri dan pendamping pertanian, para petani mempraktikkan langkah-langkah penyambungan serta penempelan pada tanaman buah. Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan dan keaktifan dalam mencoba teknik baru tersebut.
Sementara itu, Sekretaris Desa Batuah, Amri menyampaikan laporan kepanitiaan, termasuk penggunaan anggaran kegiatan sebagai bentuk transparansi kepada masyarakat. Komitmen ini menjadi prinsip utama Pemerintah Desa Batuah dalam seluruh penyelenggaraan program. Dipaparkan dana pelatihan bersumber dari Bank Dunia sebagai kompensasi dana carbon.
Selain Agus Priyono, kegiatan ini turut dihadiri oleh Kasmir, S.PKP Penyuluh Pertanian Muda BPP Kecamatan Loa Janan, Rismulyana PPL Desa Batuah, Ketua LPM Desa Batuah Harding yang juga menjabat Ketua Gapoktan Seroja Batuah.
Melalui pelatihan ini, Pemerintah Desa Batuah berharap para petani mampu menerapkan teknik Top Working secara mandiri sehingga pertanianakan berkembang menjadi sektor unggulan yang kuat dan berkelanjutan.
PENULIS : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin