Rembuk Stunting Desa Batuah, Gerak Bersama Cetak Generasi Emas
PEMERINTAH Desa Batuah bersama Pemerintah Kecamatan Loa Janan menggelar kegiatan Rembuk Stunting sebagai upaya mempercepat penurunan angka stunting dan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia(SDM) sejak usia dini.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Batuah, Senin 23 Mei 2026 ini dihadiri Sekretaris Kecamatan (Sekcam), Kepala Desa Batuah, Ketua TP PKK Batuah, Pendamping Desa, Pimpinan Puskesmas Batuah, BPD, LPM, kader posyandu dan tokoh masyarakat.
Rembuk Stunting menjadi forum strategis untuk membahas berbagai permasalahan dan solusi terkait pencegahan stunting. Melalui kolaborasi lintas sektor, seluruh pemangku kepentingan berkomitmen mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia Emas 2045.
Dalam kegiatan tersebut dibahas berbagai program prioritas, mulai dari pemetaan keluarga berisiko stunting, peningkatan gizi ibu hamil dan balita, penguatan layanan posyandu, hingga perbaikan sanitasi lingkungan. Pemerintah Desa Batuah juga menegaskan komitmennya untuk mengalokasikan anggaran desa guna mendukung program kesehatan dan pencegahan stunting secara berkelanjutan.
Kepala Desa Batuah Abd Rasyid menyampaikan bahwa penanganan stunting bukan hanya tanggung jawab sektor kesehatan, melainkan memerlukan dukungan seluruh elemen masyarakat. Dengan pemenuhan gizi yang baik, pola asuh yang tepat, serta lingkungan yang sehat, anak-anak Desa Batuah diharapkan tumbuh optimal dan mampu menjadi generasi penerus yang unggul.
“Selain melalui rembuk stunting, Pemerintah Desa Batuah juga terus mengoptimalkan pelayanan posyandu untuk memantau pertumbuhan dan perkembangan balita secara rutin sebagai langkah nyata mencegah stunting sejak dini,” ungkapnya.
Melalui semangat gotong royong dan kolaborasi, Rasyid optimistis dapat menekan angka stunting serta mencetak Generasi Emas yang sehat, cerdas, produktif, dan berdaya saing di masa depan. Dirinya juga memohon kepada seluruh lembaga Desa Batuah berperan aktif membangun kebersamaan mendukung penurunan stunting di Desa Batuah.
“Kalau ada warga yang sulit diajak ikut posyandu, saya minta kader koordinasi dengan RT dan Kepala Dusun, sehingga sasaran pemeriksaan untuk anak-anak bisa maksimal,” tegasnya.
Untuk diketahui, kegiatan rembuk stunting diisi oleh pemateri, seperti ibu Minfiatin dari Kecamatan Loa Janan, Pimpinan Puskesmas Batuah dr Yuyut Arianto, dan Pendamping Desa Nuralim. Seluruh narasumber memberikan materi untuk memperkuat gerakan bersama pencegahan dan penurunan angka stunting di Desa Batuah.
SUMBER : ADMIN
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin