Warga Usulkan Tambahan WC, Rasyid Dorong Rehab Pasar Tradisional
DUSUN Karya Baru menggelar kegiatan Musyawarah Dusun (Musdus) sebagai bagian dari proses penyusunan rencana pembangunan desa tahun 2027. Kegiatan yang digelar di Masjid Almuhajirin, Senin 25 Mei 2026 dihadiriKepala Desa Abd Rasyid, ST, M.AP, NL.P
Turut mendampingi Kepala Desa Batuah, yakni perangkat desa, BPD, LMP. Tim Musdus disambut tokoh masyarakat, tokoh agama, pemuda, serta perwakilan warga dari berbagai RT. Dalam suasana musyawarah yang penuh kebersamaan, masyarakat menyampaikan sejumlah usulan pembangunan yang dinilai menjadi kebutuhan mendesak bagi warga.
Dari berbagai aspirasi yang disampaikan, terdapat tiga program prioritas yang menjadi fokus utama, yaitu rehabilitasi Water Closed (WC) Masjid, peningkatan sarana air bersih, dan penataan pasar desa.
“Tadi saya karpet Masjid basah, karena banjir. Saya minta perbaikan parit juga menjadi skala prioritas. Kalau sifatnya mendesak, bisa diusulkan segera,” ungkapnya.
Menanggapi usulan warga, Rasyid meminta kepada tim agar segera melalukan survei dan memastikan semua usulan agar masuk dalam rencana kerja Pemerintah Desa Batuah 2027 mendatang. Apalagi, terkait sarana kamar kecil Masjid harus menjadi prioritas.
“Saya mohon kepada panitia pembangunan masjid agar segera membuat proposal untuk rehab WC dan penambahan tempat wudhu. Bisa juga nantinya anggaran dimasukkan di perusahaan, sehingga tidak perlu menunggu tahun depan,” tambahnya.
Tak hanya itu, Rasyid juga menyinggung sektor ekonomi masyarakat juga menjadi perhatian melalui usulan penataan dan rehabilitasi pasar desa. Warga menilai kondisi pasar saat ini memerlukan perbaikan fasilitas agar aktivitas jual beli menjadi lebih tertib, nyaman, dan mampu meningkatkan pendapatan pedagang lokal.
Senada dengan Kepala Desa Batuah, Kepala Dusun Karya Baru, Karman menyampaikan bahwa rehabilitasi masjid menjadi perhatian masyarakat karena kondisi bangunan yang mulai mengalami kerusakan, terutama tambahan kamar kecil dan tempat wudhu.
“Warga berharap perbaikan dapat segera dilakukan agar aktivitas keagamaan berjalan lebih nyaman dan aman. Selain itu, persoalan ketersediaan air bersih juga menjadi pembahasan penting dalam Musdus,” timpalnya
Sejumlah warga, lanjut Karman mengeluhkan keterbatasan pasokan air bersih, terutama saat musim kemarau. Oleh karena itu, masyarakat mengusulkan pembangunan dan perbaikan jaringan distribusi air bersih guna memenuhi kebutuhan sehari-hari warga secara berkelanjutan.
“Pembangunan infrastruktur air bersih merupakan salah satu kebutuhan dasar yang banyak menjadi prioritas pembangunan di Karya Baru,” harapanya.
Musyawarah berlangsung secara partisipatif dengan memberikan kesempatan kepada seluruh peserta untuk menyampaikan pendapat dan usulan. Hasil Musdus nantinya akan menjadi bahan pembahasan dalam Musyawarah Desa (Musdes) dan penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Desa (RKP Desa) tahun mendatang. Musdus memang menjadi tahapan penting dalam menjaring aspirasi masyarakat dan menentukan prioritas pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan warga.
Dengan semangat gotong royong dan kebersamaan, masyarakat Desa Karya Baru berharap program rehabilitasi masjid, penyediaan air bersih, dan pengembangan pasar desa dapat segera direalisasikan demi meningkatkan kesejahteraan dan kualitas hidup masyarakat desa.
SUMBER : ADMIN
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin