Perusahaan Buka Jalan Desa Batuah Tiru Ilmu Ketahanan Pangan di Sidrap
DUKUNGAN dunia usaha terhadap pembangunan desa kembali ditunjukkan. Ataspartisipasi sejumlah perusahaan yang beroperasi di wilayah Desa Batuah dalam kegiatan studi tiru ke Desa Mario, Kecamatan Kulo, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan 10-12 Juni 2026.
Selain diikuti oleh pemerintah desa, lembaga desa, dan masyarakat, kegiatan tersebut turut melibatkan sejumlah mitra kerja yang berkontribusi dalam pelaksanaannya. Sinergi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan mampu mendorong lahirnya berbagai inovasi yang berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Selama berada di Sidrap, rombongan Desa Batuah meninjau sejumlah lokasi yang menjadi contoh keberhasilan pengelolaan ketahanan pangan. Salah satu yang menjadi perhatian adalah kawasan pertanian sawah yang produktif serta peternakan ayam petelur milik H. Usman Appas yang dikenal sebagai salah satu sentra produksi telur terbesar di daerah tersebut.
Peserta studi tiru memperoleh kesempatan melihat secara langsung sistem pengelolaan peternakan modern yang mampu menghasilkan hingga sekitar satu juta butir telur per hari. Selain itu, rombongan juga mempelajari berbagai strategi pengembangan pertanian yang didukung oleh tata kelola yang baik, pemanfaatan teknologi, serta keterlibatan masyarakat dalam mendukung produktivitas sektor pangan.
Hanif, perwakilan PT BSSR yang turut mendukung dan mengikuti kegiatan studi tiru, mengatakan bahwa kunjungan tersebut memberikan banyak pengalaman berharga yang dapat menjadi referensi bagi pengembangan ketahanan pangan di Desa Batuah.
“Yang paling berkesan adalah bagaimana Desa Mario mampu mengembangkan sektor peternakan ayam petelur secara terintegrasi dan berkelanjutan dengan melibatkan masyarakat sebagai pelaku utama.,” ujarnya.
Menurut Hanif, keberhasilan yang dicapai Desa Mario menjadi inspirasi bagi Desa Batuah untuk terus mengoptimalkan potensi lokal yang dimiliki. Dengan dukungan berbagai pihak, peluang pengembangan sektor pertanian dan peternakan di desa dinilai sangat terbuka.
“Keberhasilan tersebut menunjukkan bahwa ketahanan pangan dapat dibangun melalui perencanaan yang baik, penguatan kapasitas masyarakat, serta kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat,” urainya.
Ia juga mengapresiasi langkah Pemerintah Desa Batuah yang aktif mencari pengalaman dan praktik-praktik terbaik dari daerah lain sebagai bekal dalam merancang program pembangunan desa.
Semangat belajar dari praktik-praktik terbaik ini menjadi modal penting dalam mendorong inovasi dan penguatan ketahanan pangan di Desa Batuah ke depan.
“Kami berharap hasil pembelajaran ini dapat diimplementasikan secara bertahap sesuai dengan potensi dan kebutuhan lokal, sehingga mampu menciptakan manfaat ekonomi bagi masyarakat,” harapnya.
Hanif menambahkan, perusahaan berkomitmen untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dengan Pemerintah Desa Batuah dalam mendukung program-program pemberdayaan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan, termasuk dalam pengembangan sektor pangan yang menjadi salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
Melalui kegiatan studi tiru ini, Pemerintah Desa Batuah berharap berbagai pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari Kabupaten Sidrap dapat menjadi referensi dalam mengembangkan sektor pertanian dan peternakan di desa. Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, dan dunia usaha diharapkan menjadi fondasi penting dalam mewujudkan ketahanan pangan yang kuat dan berkelanjutan demi meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Batuah.
PENULIS : TINA
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin