Dari Aspirasi hingga Aksi, Kades Batuah Dorong Musdus Responsif terhadap Kebutuhan Warga

26 Juni 2026
Administrator
Dibaca 33 Kali
Dari Aspirasi hingga Aksi, Kades Batuah Dorong Musdus Responsif terhadap Kebutuhan Warga

KEPALA Desa Batuah Abd Rasyid mengingatkan seluruh ketua RT agar tidak setengah hati dalam menjaring aspirasi masyarakat saat Musyawarah Dusun (Musdus). Menurutnya, kualitas pembangunan desa sangat ditentukan oleh kualitas usulan yang lahir dari tingkat paling bawah.

Pesan tersebut disampaikan Abdul Rasyid saat memimpin rangkaian Musdus di Dusun Karya Makmur, Dusun Tani Jaya, dan Dusun Tani Makmur, Senin (22/6/2026). Kegiatan tersebut merupakan lanjutan Musdus yang sebelumnya telah dilaksanakan di tiga dusun lainnya sebagai bagian dari penyusunan rencana pembangunan Desa Batuah tahun mendatang.

Di hadapan peserta musyawarah, Abdul Rasyid menegaskan bahwa Musdus tidak boleh sekadar menjadi agenda tahunan. Forum tersebut harus mampu menghasilkan usulan yang benar-benar mencerminkan kebutuhan masyarakat dan menjadi dasar dalam menentukan arah pembangunan desa.

“Ayo kita berjuang bersama-sama. Untuk RT, kalau respons RT saja setengah-setengah, bagaimana mungkin Musdus ini benar-benar menghasilkan usulan-usulan yang tepat sasaran yang benar-benar dibutuhkan masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, setiap keputusan pembangunan harus berangkat dari kebutuhan riil masyarakat. Karena itu, peran RT sebagai garda terdepan dalam menyerap aspirasi warga menjadi sangat penting agar tidak terjadi kesenjangan antara program yang direncanakan dan kebutuhan yang ada di lapangan.

“Yang kita khawatirkan nanti ada hal-hal yang kita putuskan tidak sesuai, karena usulan-usulan pembangunan itu dari tingkat RT ke dusun, kemudian ke desa lalu Musrenbangdes,” sambungnya.

Tak hanya berbicara soal pembangunan, Abdul Rasyid juga menekankan pentingnya semangat gotong royong dan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Ia meminta seluruh perangkat dan elemen desa untuk peka terhadap warga yang membutuhkan bantuan, tanpa memandang asal daerah maupun status kependudukannya.

“Tolong perhatikan siapa saja yang ada di daerah kita. Tidak peduli itu KTP Batuah atau bukan, ketika dia sudah berada di desa kita, ketika memerlukan bantuan kita bantu,” ungkapnya.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rasyid juga mendorong perubahan pola pikir dalam menyusun usulan pembangunan. Ia berharap masyarakat tidak hanya mengusulkan pembangunan fisik, tetapi juga program-program yang mampu meningkatkan kapasitas dan kemandirian ekonomi warga.

“Saya ingin usulan-usulan yang diusulkan oleh RT dan warga itu tidak melulu soal pembangunan, tetapi juga bisa mencakup usulan pengadaan maupun pelatihan ketahanan pangan seperti ayam petelur maupun lainnya,” harapnya.

Pernyataan tersebut mendapat respons positif dari peserta Musdus. Berbagai usulan yang berkaitan dengan kebutuhan lingkungan, pelayanan masyarakat, hingga pengembangan sektor ketahanan pangan menjadi bahan diskusi dalam forum tersebut.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala Desa Batuah Abdul Rasyid, Ketua BPD Musbih beserta anggota, Sekretaris Desa Amri, para kepala dusun, ketua RT, Lembaga Adat, LPM, tokoh masyarakat, pengurus Koperasi Desa Merah Putih Desa Batuah, para kaur dan kasi, serta staf Pemerintah Desa Batuah.

PENULIS : TINA