Selamatkan Pohon Elai, BSSR Siapkan Lahan Konservasi

17 Februari 2023
Administrator
Dibaca 244 Kali
Selamatkan Pohon Elai, BSSR Siapkan Lahan Konservasi

Komitmen PT Baramulti Suksessarana (BSSR), T.bk menyelamatkan keberadaan pohon endemik Kutai Kartanegara (Kukar), yakni pohon Elai di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kukar dibuktikan.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah menyediakan lahan konservasi seluas 1,2 hektar yang nantinya akan ditanahi duplikat Pohon Induk Tunggal (PIT) Elai Mahakam dan Elai Kutai. Untuk itulah, dipastikan keberadaan Elai Mahakam dan Elai Kutai akan terus ada di Desa Batuah. “Kami menyiapkan lahannya, akses menuju lokasi konservasi juga dibuatkan, sehingga memudahkan perusahaan atau pemerintah untuk meninjau pohon-pohon duplikat elai,” Kata Kepala Teknik Tambang (KTT) Alvensus Sihotang kemarin.

Dikatakan, proses penentuan lokasi konservasi tidak ditentukan begitu saja. Namun ada proses yang cukup panjang dan kajian yang melibatkan akademisi Universitas Mulawarman (Unmul), Dinas Pertanian, PPL Desa Batuah, ESDM dan Pemerintah Desa Batuah. “Kami ingin memastikan apa yang kami lakukan sesuai dengan aturan, sehingga semua bisa dipertanggung jawabkan,” tambahnya.

Sementara itu, Akademisi Unmul Prof. Dr. Ir. Rusdiansyah,M.Si mengatakan, setelah melalukan kajian, turun ke lapangan untuk melakukan identifikasi keberadaan pohon elai makaham dan kutai, akhirnya ditemukan di beberapa titik dan jumlahnya masih cukup banyak, sehingga sangat memungkinkan untuk merawat dan memelihara pohon elai Mahakam dan Kutai. “Alhamdulillah, saat kita cek pohon-pohon elai sedang berbunga, kondisi pohonnya bagus, sehingga hanya memerlukan perawatan untuk memastikan buahnya bisa sesuai dengan pohon induknnya,” ungkapnya.

Untuk itulah, Pria yang sangat mendalami pengetahuan tentang pohon elai ini mempersilahkan perusahaan untuk meneruskan aktivitas pertambangan dan pohon induk yang berada di area kerja, agar ditumbangkan. Apalagi kondisinya sudah sangat memprihatinkan dan dipastikan tidak akan bertahan hidup.”Bismillah, kita tumbangkan, karena pohon duplikat di area konservasi juga sudah dipastikan aman. Namun akan lebih bagus juga mencari lokasi-lokasi lainnya yang hidup pohon elai Mahakam dan Kutai,” harapnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Penyuluh Pertanian Lapangan (PLL) Agus Supriyono mengatakan, semua proses sudah dilakukan. Beberapa kesepakatan dan komitmen tertulis juga sudah ada, sehingga diharapkan semuanya berjalan. Perusahaan tetap melakukan aktivitas penambangan, pohon elai juga tetap ada. “Kami memang berjuang, karena buah elai ini khas Batuah, sehingga jangan sampai makin hari makin berkurang dan pada akhirnya akan hilang. Namun adanya komitmen perusahaan tentu akan membuat semuanya menjadi tenang,” timpalnya, lalu menyebut semoga ke depan elai justru akan semakin dikenal masyarakat luas. (***)

 

SUMBER : ADMIN