Festival Buah Lai untuk pertama kalinya digelar di Pulau Kalimantan, tepatnya di Desa Batuah, Kecamatan Loa Janan, Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar). Menariknya, ada 1.300 buah lai dibuat dalam bentuk gunungan setinggi lima meter.
Uniknya Festival Lai di Desa Batuah, 1.300 Buah Lai Disusun jadi Gunungan Setinggi Lima Meter

Hal tersebut diungkapkan Kepala Desa (Kades) Batuah, Abdul Rasyid kepada pusaranmedia.com, Minggu (9/7/2023). Berbeda dengan durian, menurutnya, festival durian sering kali diselenggarakan di kabupaten/kota lain. Mengusung konsep berbeda, Desa Batuah hadir perkenalkan Festival Lai. Buah lai juga dinilai sebagai simbol Kecamatan Loa Janan, dan harus diangkat menjadi kearifan lokal yang mampu menarik minat wisatawan. “Kalau durian sering orang adakan, tapi ini kan lai. Kita bentuk menjadi gunungan atau tumpengan, jumlahnya sekitar 1.300 lain. Kemudian disedekahkan, namanya sedekah lai,” kata Rasyid.
Ribuan buah tersebut berasal dari wisata buah lai yang sudah berdiri selama 30 tahun. Kebun seluas 10 hektare milik Hj Nani ini mempunyai 300 pohon lai, dan akrab disebut sebagai wisata Dewi Belai. Wisata ini salah satu wilayah yang berpotensi mengembangkan buah lai di Kabupaten Kukar. “Itu murni dari kebun desa wisata semuanya,” ujarnya.
Berbagai macam kegiatan dirangkai dalam festival ini, ada pekan olahraga dusun, peresmian tribun dan syukuran jalan wisata yang dibangun Pemkab Kukar. Kemudian ada hiburan rakyat dengan mendatangkan Ical Majene seorang artis dangdut D’Academy 3. “Alhamdulillah ada ribuan orang datang, dihibur artis. Ada pak Wakil Bupati, perwakilan Kepala Dispora Kukar, anggota dewan, pihak kecamatan, dan warga dari seluruh Kukar,” ujarnya.
Rasyid menambahkan, Wabup Kukar Rendi Solihin juga sempat menyampaikan pesan khusus. Rendi ingin Festival Lai ini bisa masuk rekor muri tahun 2024 mendatang. Caranya dengan menambah jumlah buah lai yang akan disedekahkan. Ke depan, Festival Lai juga direncakan untuk digelar lebih meriah dengan melangsungkan expo. Sehingga, rangkain festival lebih banyak dan dikemas beragam. Terakhir, Festival Lai juga akan diusulkan ke Dinas Pariwisata (Dispar) Kukar untuk dimasukkan ke dalam Kalender Event Pemkab Kukar.
“Kalau yang pertama ada 1.000an buah lai, mungkin tahun depan bisa 5.000. Beliau berharap ini dimasukkan (Kalender Event) dan akan dikoordinasikan dengan instansi terkait. Tahun depan pasti lebih meriah, ini perdana,” pungkasnya.
SUMBER : PUSARANMEDIA.COM
Komentar baru terbit setelah disetujui Admin